jatim.tagarutama.com, Fakfak – Sebagai upaya mengembangkan potensi pala Tomandin Fakfak menjadi produk turunan bernilai ekonomi tinggi, Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak bekerja sama dengan Global Green Growth Institute (GGGI) menggelar Workshop Kreatif Pembuatan Kue Sifon Pala Fakfak sebagai produk oleh-oleh khas daerah.
Kegiatan ini menghadirkan Nining Inovasia, pastry chef sekaligus praktisi kuliner UMKM asal Jakarta, sebagai instruktur utama.
Workshop yang mengusung tema “Manisnya Pala Fakfak, Kue Sifon Pala sebagai Wajah Baru Kuliner Daerah” ini menjadi pilot project (proyek percontohan) pengembangan produk kreatif berbasis pala. Tujuannya adalah menciptakan nilai tambah dari hasil perkebunan pala serta mendorong pelaku UMKM Fakfak untuk mengembangkan produk olahan khas yang layak jual sebagai oleh-oleh unggulan daerah.
Acara dibuka secara resmi oleh Bupati Fakfak yang diwakili oleh Staf Ahli, Rosani Salim, SE, MM, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan kreatif ini.
“Tema workshop hari ini sejalan dengan semangat Program Strategis Pala Unggul dalam visi misi Fakfak Membara (Membangun Bersama Rakyat). Pala bukan sekadar komoditas, tetapi simbol kebanggaan daerah dan kekuatan ekonomi lokal yang harus terus kita kembangkan,” ujar Rosani menyampaikan sambutan Bupati Fakfak.
Baca Juga : BPBD Fakfak Gelar FGD Penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana 2025-2029
Peserta workshop terdiri dari beragam unsur, di antaranya PKK Kabupaten Fakfak, Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Dharma Wanita Persatuan, koperasi binaan Dinas Perkebunan, kelompok usaha Lampu Kita, UMKM Kakusang Kokas, KUPS Kehutanan, serta kelompok program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD).
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST, MT, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam memperkuat ekonomi kreatif masyarakat Fakfak.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada GGGI yang telah berinisiatif menghadirkan pastry chef profesional ke Fakfak. Melalui pelatihan ini, kami berharap Kue Sifon Pala dapat menjadi ikon baru kuliner Fakfak dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” ungkap Widhi.
Lebih lanjut, Widhi menegaskan bahwa meskipun kegiatan ini baru merupakan proyek percontohan, namun pihaknya berkomitmen untuk terus mengembangkan produk Kue Sifon Pala agar dapat menjadi oleh-oleh khas Fakfak yang memiliki nilai jual tinggi.
“Kue Sifon Pala bukan sekadar makanan manis, tetapi simbol kreativitas dan kearifan lokal yang berpadu membentuk identitas baru kuliner Fakfak,” tambahnya.
Sementara itu, Nining Inovasia, instruktur dan pastry chef asal Jakarta, mengaku terkesan dengan semangat para peserta dan potensi pala Fakfak yang luar biasa.
“Saya optimis Kue Sifon Pala Fakfak bisa menembus pasar yang lebih luas. Tidak hanya dikenal di Jakarta, tetapi menjadi oleh-oleh khas yang membawa nama Fakfak semakin harum melalui cita rasa dan keunikan Pala Tomandin,” ujarnya.
Workshop ini diharapkan menjadi awal munculnya produk-produk inovatif berbasis pala lainnya yang mampu memperkuat citra Fakfak sebagai daerah penghasil pala unggulan di Papua Barat bahkan di Indonesia. (TU.01)










