Bangun UMKM, OAP Papua Tengah Didorong Jadi Aktor Utama

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 29 Januari 2026 - 15:18 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas UMKM Provinsi Papua Tengah, Norbertus Mote, dikutip dari Jubi.com (29/01), mengatakan pemerintah provinsi memiliki harapan besar, agar OAP dapat menjadi aktor utama pembangunan ekonomi di Papua Tengah.(foto :Jubi)

Kepala Dinas UMKM Provinsi Papua Tengah, Norbertus Mote, dikutip dari Jubi.com (29/01), mengatakan pemerintah provinsi memiliki harapan besar, agar OAP dapat menjadi aktor utama pembangunan ekonomi di Papua Tengah.(foto :Jubi)

jatim.tagarutama.com, Nabire – Membangun sendi – sendi ekonomi, Usaha Mikro dan Menengah atau UMKM orang asli papua di Papua tengah, sesungguhnya bukan hal mudah dan juga bukan isu baru, namun hal ini adalah kewajiban  bagi Pemerintah Provinsi Papua Tengah.

Ditengah gempuran dan geliat ekonomi, UMKM  yang ada di Tanah Papua  khususnya di wilayah Papua Tengah, maka Orang asli Papua didorong mengambil peran dalam pasar, tidak untuk menjadi pemeran pembantu, pemeran penganti namun diharapkan menjadi aktor utama dalam Usaha Mikro Kecil dan Menengah itu.

Melihat realitas itu, Dinas Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau UMKM Provinsi Papua Tengah menyerukan dan mendorong pengusaha orang asli Papua atau OAP di Papua Tengah menjadi aktor utama dalam pembangunan ekonomi.

Baca Juga :  Kaimana Ikuti Jejak Papua Tengah, Replikasi SIKAP OAP

Kepala Dinas UMKM Provinsi Papua Tengah, Norbertus Mote, dikutip dari Jubi.com (29/01), mengatakan pemerintah provinsi memiliki harapan besar, agar OAP dapat menjadi aktor utama pembangunan ekonomi di Papua Tengah.

Menurutnya, pemerintah wajib hadir dan memberi ruang seluas-luasnya melalui penguatan UMKM. Sebab Undang-Undang Otonomi Khusus atau Otsus Papua Nomor 21 Tahun 2001 telah memberikan ruang dan perhatian khusus bagi orang asli Papua untuk membangun perekonomian di semua sektor.

Baca Juga :  Bupati Fakfak Publikasikan 1.000 Kalender Musim Tanam dan Panen Pala di Momentum Sakral Masjid Tua Patimburak

“pemerintah tidak memiliki alasan untuk mengabaikan pembangunan ekonomi orang Papua. Negara hadir untuk memberi perhatian khusus agar orang asli Papua bisa membangun ekonominya sendiri melalui UU Otsus,” kata Norbertus Mote saat meresmikan Cafe Chartenz, di Jalan Kusuma Bangsa, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Minggu (25/1/2026).

UMKM merupakan bagian dari roda perekonomian Papua Tengah, pertumbuhan ekonomi Papua Tengah tidak bisa hanya terus bergantung pada sektor tambang.

“saya mendorong pengembangan sektor-sektor ekonomi riil seperti UMKM, pertanian, perikanan, perkebunan, dan usaha produktif lainnya agar ekonomi Papua Tengah tumbuh secara berkelanjutan dan berpihak kepada orang asli Papua,” ujarnya dikutip dari jubi.co.id, Kamis(29/01)

Ia lalu mengapresiasi inisiatif Ketua Yayasan Somatua yang telah membuka peluang kerja dan usaha bagi anak-anak Papua, termasuk lulusan perguruan tinggi dari dalam maupun luar negeri yang belum mendapatkan pekerjaan.

“Kami, Pemerintah Provinsi Papua Tengah, memengucapkan terima kasih atas kepedulian dan komitmen yang telah diberikan dalam memberdayakan anak-anak Papua,” kata Mote.(*)

(TU/JM)

 

 

Follow WhatsApp Channel jatim.tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkuat Komoditas Andalan, Pemda Fakfak Resmikan Perbup RAD Pala Unggul 2025–2029
Pemda Fakfak Intensifkan Pengawasan, Pastikan Kenaikan Harga Pala Berpihak ke Petani
Harga Plastik Melonjak Akibat Konflik Timur Tengah, Pedagang Pasar Terpaksa Pangkas Keuntungan
Harga Emas Hari Ini Turun, Momentum Tepat untuk Beli?
Perdagangan Pala Diawasi Ketat, Pemda Fakfak Libatkan Karantina
KPU Fakfak Tetapkan 62.716 Pemilih dalam Pleno Terbuka Pemutakhiran Data Triwulan I 2026
Awal 2026 Menjanjikan, Retribusi Pala Fakfak Tunjukkan Tren Positif
Menyulam Silaturahmi Tanpa Batas: Halal Bi Halal IKT Manokwari

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 17:50 WIT

Perkuat Komoditas Andalan, Pemda Fakfak Resmikan Perbup RAD Pala Unggul 2025–2029

Selasa, 7 April 2026 - 18:24 WIT

Pemda Fakfak Intensifkan Pengawasan, Pastikan Kenaikan Harga Pala Berpihak ke Petani

Selasa, 7 April 2026 - 07:25 WIT

Harga Plastik Melonjak Akibat Konflik Timur Tengah, Pedagang Pasar Terpaksa Pangkas Keuntungan

Sabtu, 4 April 2026 - 09:44 WIT

Harga Emas Hari Ini Turun, Momentum Tepat untuk Beli?

Kamis, 2 April 2026 - 13:47 WIT

Perdagangan Pala Diawasi Ketat, Pemda Fakfak Libatkan Karantina

Berita Terbaru