Konsep 1 Kampung 1 Produk, Strategi Pengembangan Ekonomi Kampung Saharey

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 30 Januari 2025 - 07:01 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plt Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST, MT memberikan bantuan berupa peralatan penyiraman, pupuk, dan dana,  berharap konsep 1 Kampung 1 Produk unggulan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan potensi unggulan di setiap kampung.

Plt Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST, MT memberikan bantuan berupa peralatan penyiraman, pupuk, dan dana, berharap konsep 1 Kampung 1 Produk unggulan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan potensi unggulan di setiap kampung.

jatim.tagarutama.com, Fakfak, – Inisiatif Karang Taruna Kampung Saharey untuk menanam pinang tidak hanya sekadar penghijauan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas. Dengan berfokus pada pinang sebagai komoditas utama, mereka menerapkan konsep 1 Kampung 1 Produk yang diharapkan dapat menjadi model pengembangan ekonomi kampung di Fakfak.

Plt Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST, MT, menyebut bahwa konsep ini sangat relevan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan potensi unggulan di setiap kampung.

“Minimal satu kampung memiliki satu produk unggulan. Ini bisa menjadi energi ekonomi baru yang berkelanjutan. Jika setiap kampung fokus pada satu komoditas unggulan, maka potensi ekonomi lokal bisa lebih terorganisir dan berkembang dengan lebih maksimal,” jelas Widhi.

Baca juga : Karang Taruna Saharey Bertekad Jadikan Kampung Saharey sebagai Permukiman Kampung Pinang

Kampung Saharey dipilih sebagai Permukiman Kampung Pinang karena tanaman ini telah lama beradaptasi dengan lingkungan setempat dan memiliki permintaan pasar yang cukup tinggi. Selain sebagai tanaman endemik yang dikonsumsi sehari-hari, pinang juga memiliki nilai ekonomi tinggi jika dikelola dengan baik.

Baca Juga :  KAMMI Fakfak Gelar “Rihlah” sebagai Ajang Silaturahim dan Penguatan Identitas Mahasiswa Muslim

Iwan Manggawa, Ketua Pemuda Kampung Saharey, berharap agar inisiatif ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat dan pemerintah daerah.

“Kami sadar bahwa butuh waktu sekitar 3-5 tahun hingga pinang bisa dipanen secara produktif. Namun, dengan perawatan yang baik dan komitmen yang kuat, kami yakin hasilnya nanti bisa membawa manfaat besar bagi ekonomi masyarakat Saharey,” kata Iwan.

Baca Juga :  Gerakan Salimah Berbagi Warnai Peringatan Isra' Mi'raj di Fakfak

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada keterlibatan semua pihak. “Kami berharap masyarakat ikut menjaga dan merawat tanaman ini karena ke depannya ini bukan hanya milik Karang Taruna, tetapi juga investasi bagi seluruh warga Kampung Saharey,” tambahnya.

Sebagai langkah awal, Dinas Perkebunan Fakfak telah memberikan bantuan berupa peralatan penyiraman, pupuk, dan dana pemeliharaan untuk memastikan keberlangsungan tanaman pinang di kampung ini. Jika berhasil, Kampung Saharey bisa menjadi contoh nyata bagaimana pemberdayaan pemuda dan strategi ekonomi berbasis lokal dapat berjalan beriringan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (TU.01)

Follow WhatsApp Channel jatim.tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkuat Komoditas Andalan, Pemda Fakfak Resmikan Perbup RAD Pala Unggul 2025–2029
Pemda Fakfak Intensifkan Pengawasan, Pastikan Kenaikan Harga Pala Berpihak ke Petani
Perdagangan Pala Diawasi Ketat, Pemda Fakfak Libatkan Karantina
KPU Fakfak Tetapkan 62.716 Pemilih dalam Pleno Terbuka Pemutakhiran Data Triwulan I 2026
Awal 2026 Menjanjikan, Retribusi Pala Fakfak Tunjukkan Tren Positif
Menyulam Silaturahmi Tanpa Batas: Halal Bi Halal IKT Manokwari
Sholat Idul Fitri di Masjid Baitul Makmur Wagom: Momentum Kembali Suci dan Menjaga Ketakwaan
Jelang Idul Fitri, Pasar Thumburuni Fakfak Dipalang Karyawan akibat Gaji Tertunggak

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 17:50 WIT

Perkuat Komoditas Andalan, Pemda Fakfak Resmikan Perbup RAD Pala Unggul 2025–2029

Selasa, 7 April 2026 - 18:24 WIT

Pemda Fakfak Intensifkan Pengawasan, Pastikan Kenaikan Harga Pala Berpihak ke Petani

Kamis, 2 April 2026 - 13:47 WIT

Perdagangan Pala Diawasi Ketat, Pemda Fakfak Libatkan Karantina

Rabu, 1 April 2026 - 17:16 WIT

KPU Fakfak Tetapkan 62.716 Pemilih dalam Pleno Terbuka Pemutakhiran Data Triwulan I 2026

Rabu, 1 April 2026 - 11:21 WIT

Awal 2026 Menjanjikan, Retribusi Pala Fakfak Tunjukkan Tren Positif

Berita Terbaru