Pantau Panen di Kayauni, Kepala Distrik Kayauni Tegaskan Komitmen Jaga Mutu Pala Fakfak

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:48 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Distrik Kayauni, Jefri Hndom, SH., MM., turun langsung ke lapangan untuk memastikan proses panen.

Kepala Distrik Kayauni, Jefri Hndom, SH., MM., turun langsung ke lapangan untuk memastikan proses panen.

jatim.tagarutama.com, Fakfak – Memasuki musim panen pala wilayah timur, aktivitas petani di Distrik Kayauni semakin menggeliat. Di tengah hamparan kebun yang mulai dipetik hasilnya, Kepala Distrik Kayauni, Jefri Hndom, SH., MM., turun langsung ke lapangan untuk memastikan proses panen berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi momentum penegasan dukungan terhadap Surat Edaran Bupati Fakfak Nomor 500.8/249/BUP/2026 tentang Penetapan Harga Pembelian Pala Mentah Berkualitas. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah penting dalam melindungi petani, menata tata niaga, sekaligus menjaga kualitas komoditas unggulan daerah.

Menurut Jefri, kebijakan harga yang ditetapkan pemerintah memberikan pesan kuat bahwa mutu menjadi faktor utama dalam menentukan nilai jual.

“Pemerintah sudah menetapkan harga premium sebesar Rp600.000 per 1.000 biji atau sekitar Rp43.000 hingga Rp45.000 per kilogram. Ini adalah bentuk penghargaan bagi petani yang memanen pala dalam kondisi benar-benar matang dan sesuai standar,” ujarnya saat berdialog dengan petani.

Baca Juga :  Komunitas Kompostifa Fakfak Gelar Workshop Penulisan Naskah Sastra : "Merajut Asa, Menciptakan Rasa di Tanah Mbaham Matta"

Ia menegaskan, harga tersebut hanya berlaku untuk pala berkualitas. Karena itu, praktik memetik buah sebelum matang harus dihentikan karena dapat merugikan banyak pihak.

“Kalau pala dipanen sebelum waktunya, kualitasnya turun. Aroma dan cita rasa khas akan berkurang, bahkan bisa merusak produktivitas pohon ke depan. Ini bukan hanya soal hasil hari ini, tetapi juga keberlanjutan kebun,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti praktik pengambilan hasil kebun tanpa izin atau yang dikenal dengan istilah “potong-potong”. Menurutnya, tindakan tersebut tidak hanya merugikan pemilik lahan, tetapi juga mengancam keberlangsungan komoditas pala Fakfak secara keseluruhan.

“Menjaga kebun pala bukan hanya tanggung jawab pemilik, tetapi tanggung jawab bersama. Kita harus melindungi komoditas ini sebagai warisan daerah yang bernilai tinggi,” tambahnya.

Dalam dialog bersama petani, Jefri turut mendorong peningkatan kemampuan dalam pengelolaan pascapanen. Proses pengeringan yang baik dinilai sangat menentukan kualitas akhir produk.

Baca Juga :  Yakesma Fakfak Salurkan 20 Paket Sembako untuk Keluarga Dhuafa, Sambut Ramadhan dengan Kepedulian

“Kalau penanganan pascapanen dilakukan dengan benar, kualitas meningkat dan harga jual pun ikut naik. Di situlah nilai tambah yang bisa langsung dirasakan oleh petani,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan para pelaku usaha, mulai dari pengumpul hingga pedagang antar pulau, agar mematuhi ketentuan harga dan tidak melakukan transaksi di luar mekanisme yang merugikan petani.

“Kami berharap semua pihak menghormati aturan yang ada. Jangan membeli di jalan tanpa standar yang jelas. Berikan harga yang layak sesuai kualitas, agar tercipta perdagangan yang adil dan sehat,” ujarnya.

Langkah pengawasan langsung di lapangan ini menjadi bukti keseriusan pemerintah distrik dalam mendukung kebijakan daerah. Dengan menjaga kualitas sejak panen hingga pascapanen, diharapkan pala Fakfak tetap memiliki daya saing tinggi dan terus menjadi komoditas unggulan yang memberi manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. (TU.01)

Follow WhatsApp Channel jatim.tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkuat Identitas Daerah, Fakfak Jadikan Pala Tomandin Materi Edukasi dan Inovasi Siswa
Dari Werba Utara, Semangat Bersama Menjaga Marwah Pala Fakfak: Kepala Kampung Kawal Langsung Edaran Bupati di Sentra Pembelian Pala
Jemput Aspirasi Musrenbang 2026, Dinas Perkebunan Fakfak Verifikasi Langsung Potensi Kampung di Distrik Furwagi
Sidak Pembelian Pala di Kawasan Kayauni-Teluk: Tegakkan Harga, Lindungi Petani Fakfak
Dari Harum Pala Fakfak ke Tanah Suci: Kisah Rezeki dan Keberkahan Ibu Elminur
Ketua TP PKK Nurwidayati Samaun Dahlan Pimpin Gerakan Tanam Pala Grafting, Perkuat Identitas Fakfak sebagai Tanah Pala
Hardiknas Jadi Momentum Inovasi: Pemkab Fakfak Luncurkan Penanaman Pala Unggul Berbasis Sekolah
Gerak Cepat Jawab Aspirasi Reses DPRK, Dinas Perkebunan Fakfak Antar Bibit Pala Langsung ke Kebun Petani

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 12:53 WIT

Perkuat Identitas Daerah, Fakfak Jadikan Pala Tomandin Materi Edukasi dan Inovasi Siswa

Jumat, 8 Mei 2026 - 06:41 WIT

Dari Werba Utara, Semangat Bersama Menjaga Marwah Pala Fakfak: Kepala Kampung Kawal Langsung Edaran Bupati di Sentra Pembelian Pala

Kamis, 7 Mei 2026 - 21:06 WIT

Jemput Aspirasi Musrenbang 2026, Dinas Perkebunan Fakfak Verifikasi Langsung Potensi Kampung di Distrik Furwagi

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:25 WIT

Dari Harum Pala Fakfak ke Tanah Suci: Kisah Rezeki dan Keberkahan Ibu Elminur

Selasa, 5 Mei 2026 - 05:47 WIT

Ketua TP PKK Nurwidayati Samaun Dahlan Pimpin Gerakan Tanam Pala Grafting, Perkuat Identitas Fakfak sebagai Tanah Pala

Berita Terbaru

Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar dalam acara Paritrana Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Award 2025 di Plaza BP Jamsostek.

Nasional

Cak Imin: Pekerja Adalah Aset Bangsa yang Wajib Dilindungi

Sabtu, 9 Mei 2026 - 13:08 WIT