Dinas Perkebunan Fakfak Lakukan Inspeksi Pedagang Pengepul Pala

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 25 Februari 2025 - 00:14 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plt. Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST, MT, didampingi oleh Kepala Distrik Fakfak Barat, Abdulah Temongmere melakukan inspeksi langsung terhadap pedagang pengumpul pala guna memastikan tidak adanya praktik pembelian pala sebelum waktu panen yang tepat.

Plt. Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST, MT, didampingi oleh Kepala Distrik Fakfak Barat, Abdulah Temongmere melakukan inspeksi langsung terhadap pedagang pengumpul pala guna memastikan tidak adanya praktik pembelian pala sebelum waktu panen yang tepat.

jatim.tagarutama.com, Fakfak – Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak bersama Pemerintah Distrik Fakfak Barat melakukan inspeksi langsung terhadap pedagang pengumpul pala guna memastikan tidak adanya praktik pembelian pala sebelum waktu panen yang tepat. Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga kualitas Pala Tomandin sebagai komoditas unggulan daerah agar tetap memenuhi standar mutu yang baik.

Inspeksi ini dipimpin langsung oleh Plt. Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST, MT, didampingi oleh Kepala Distrik Fakfak Barat, Abdulah Temongmere. Tim turun ke beberapa titik di wilayah Distrik Fakfak Barat Senin (24/2/2025) guna menemui para pedagang pengepul dan memberikan sosialisasi mengenai pentingnya menunggu waktu panen yang tepat.

Baca Juga :  Pala Tomandin Fakfak Makin Mendunia: Strategi Menembus Pasar Global dari UMKM Expo(RT) 2025

“Kami telah menerima laporan dari masyarakat mengenai aktivitas pembelian dan penjualan pala yang masih dalam kondisi muda. Menindaklanjuti laporan tersebut, kami bersama tim melakukan inspeksi guna memastikan bahwa tidak ada transaksi yang dapat merugikan petani dan menurunkan kualitas produk pala Fakfak,” ujar Widhi Asmoro Jati.

Baca Juga : Rute Pelayaran KM Gunung Dempo Selama Mudik Lebaran 2025

Dinas Perkebunan Fakfak menegaskan bahwa pembelian dan penjualan pala muda tidak dianjurkan, baik oleh pedagang pengepul maupun petani. Pala yang saat ini masih dalam tahap pertumbuhan belum mencapai tingkat kematangan yang optimal, sehingga berisiko menurunkan kualitas hasil panen. Berdasarkan perkiraan, waktu panen yang ideal baru akan dimulai pada awal April 2025.

Baca Juga :  Konsep 1 Kampung 1 Produk, Strategi Pengembangan Ekonomi Kampung Saharey

“Kami menggandeng pemerintah distrik untuk melakukan pendekatan persuasi kepada pedagang pengumpul agar menahan diri dari membeli pala saat ini. Diharapkan semua pihak dapat menunggu hingga waktu panen yang tepat demi menjaga kualitas dan daya saing produk pala Fakfak di pasar domestik maupun internasional,” tambah Widhi.

Selain menjaga kualitas, larangan ini juga bertujuan untuk mencegah risiko kontaminasi oleh jamur penghasil aflatoksin yang berbahaya bagi kesehatan konsumen. Oleh karena itu, inspeksi ini menjadi langkah preventif yang sangat penting bagi industri pala Fakfak. (TU.01)

Follow WhatsApp Channel jatim.tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

OJK Papua Barat-PBD Perkuat Akses Permoodalan, Petani Pala Fakfak Didorong Naik Kelas
Petani dan Pedagang Sepakati Harga Standar Pala Fakfak, Rp600 Ribu per 1.000 Biji dengan Prioritas Mutu
Sosialisasi SNI Pala Tomandin Fakfak, Dorong Kualitas dan Perkuat Daya Saing di Pasar Global
Perkuat Komoditas Andalan, Pemda Fakfak Resmikan Perbup RAD Pala Unggul 2025–2029
Pemda Fakfak Intensifkan Pengawasan, Pastikan Kenaikan Harga Pala Berpihak ke Petani
Perdagangan Pala Diawasi Ketat, Pemda Fakfak Libatkan Karantina
KPU Fakfak Tetapkan 62.716 Pemilih dalam Pleno Terbuka Pemutakhiran Data Triwulan I 2026
Awal 2026 Menjanjikan, Retribusi Pala Fakfak Tunjukkan Tren Positif

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 11:11 WIT

OJK Papua Barat-PBD Perkuat Akses Permoodalan, Petani Pala Fakfak Didorong Naik Kelas

Jumat, 10 April 2026 - 12:20 WIT

Petani dan Pedagang Sepakati Harga Standar Pala Fakfak, Rp600 Ribu per 1.000 Biji dengan Prioritas Mutu

Jumat, 10 April 2026 - 08:20 WIT

Sosialisasi SNI Pala Tomandin Fakfak, Dorong Kualitas dan Perkuat Daya Saing di Pasar Global

Rabu, 8 April 2026 - 17:50 WIT

Perkuat Komoditas Andalan, Pemda Fakfak Resmikan Perbup RAD Pala Unggul 2025–2029

Selasa, 7 April 2026 - 18:24 WIT

Pemda Fakfak Intensifkan Pengawasan, Pastikan Kenaikan Harga Pala Berpihak ke Petani

Berita Terbaru