Budaya dan Ekonomi Terjaga, Kampung Goras Galakkan Gerakan Satu Rumah Dua Pohon Pinang

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 16 Februari 2025 - 03:17 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga kampung Goras menerapkan konsep Satu Rumah Dua Pohon Pinang agar nantinya dapat dimanfaatkan secara ekonomis.

Warga kampung Goras menerapkan konsep Satu Rumah Dua Pohon Pinang agar nantinya dapat dimanfaatkan secara ekonomis.

jatim.tagarutama.com, Fakfak – Kampung Goras menjadi pelopor gerakan penanaman pinang di Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Mengusung konsep “Satu Rumah Dua Pohon Pinang”, program ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pinang secara mandiri sekaligus melestarikan budaya lokal yang sarat akan nilai sosial.

Syamsudin Napitupulu, Kepala Kampung Goras, menjelaskan bahwa program ini melibatkan seluruh masyarakat, khususnya pemuda kampung, untuk secara mandiri menanam pinang di lahan seluas 0,5 hektar dan di sepanjang permukiman. Setiap rumah diwajibkan menanam minimal dua pohon pinang yang nantinya bisa dimanfaatkan untuk konsumsi pribadi.

“Kami sengaja menanam pinang dengan konsep ini agar setiap rumah memiliki pohon produktif yang bisa dimanfaatkan secara gratis. Selain itu, kami juga menanam di kebun bersama para pemuda agar nantinya dapat dimanfaatkan secara ekonomis,” jelas Syamsudin.

Baca Juga : Budaya Mengunyah Pinang di Fakfak, Lebih dari Sekadar Kebiasaan Sehari-hari

Sebagai bentuk dukungan, Dinas Perkebunan Fakfak menyediakan 500 bibit pinang dan 100 bibit sirih secara gratis, sementara kelompok pemuda Kampung Goras berinisiatif menyiapkan pagar untuk melindungi tanaman dari gangguan ternak.

Baca Juga :  Pala Tomandin Fakfak Makin Mendunia: Strategi Menembus Pasar Global dari UMKM Expo(RT) 2025

“Program ini sangat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pinang secara mandiri. Saya sangat mengapresiasi dukungan dari Dinas Perkebunan yang terus mendorong keberlanjutan budaya lokal,” tambah Syamsudin.

Plt Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST., MT., menyampaikan bahwa inisiatif ini tidak hanya terbatas pada penanaman pinang, tetapi juga mendorong masyarakat untuk menanam komoditas perkebunan lainnya seperti sirih, kopi, tembakau, dan kelapa. Tanaman-tanaman ini diharapkan memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekaligus berfungsi sebagai pohon peneduh dan membantu pelestarian lingkungan.

“Selain pinang, kami ingin masyarakat menanam komoditas lain yang bernilai ekonomi tinggi. Ini adalah langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” ungkap Widhi.

Program ini tidak hanya berlangsung di Kampung Goras, tetapi juga merambah ke kampung-kampung lain seperti Wrikapal, Saharey, Urat, dan Nembukteb. Widhi berharap, keterlibatan aktif para pemuda dalam merawat tanaman ini dapat membawa manfaat jangka panjang baik dari sisi ekonomi maupun pelestarian budaya lokal.

Baca Juga :  6 Gubernur Tanah Papua Deklarasi Kolaborasi Pembangunan Berkelanjutan

“Kami berharap para pemuda bisa merawat tanaman ini hingga tumbuh subur dan berproduksi. Dengan demikian, manfaat ekonominya bisa dirasakan oleh masyarakat, sekaligus menjaga kelestarian budaya mengunyah pinang,” tutup Widhi.

Melalui program ini, Dinas Perkebunan Fakfak tidak hanya berupaya melestarikan budaya lokal, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Konsep sederhana namun penuh makna seperti “Satu Rumah Dua Pohon Pinang” menjadi langkah nyata dalam menjaga budaya yang telah menjadi identitas masyarakat Fakfak.

Dengan semangat kebersamaan dan kesadaran untuk melestarikan budaya, program ini diharapkan mampu menciptakan generasi yang tidak hanya mengenal budayanya, tetapi juga berdaya secara ekonomi. (TU.01)

Follow WhatsApp Channel jatim.tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkuat Identitas Daerah, Fakfak Jadikan Pala Tomandin Materi Edukasi dan Inovasi Siswa
Dari Werba Utara, Semangat Bersama Menjaga Marwah Pala Fakfak: Kepala Kampung Kawal Langsung Edaran Bupati di Sentra Pembelian Pala
Jemput Aspirasi Musrenbang 2026, Dinas Perkebunan Fakfak Verifikasi Langsung Potensi Kampung di Distrik Furwagi
Sidak Pembelian Pala di Kawasan Kayauni-Teluk: Tegakkan Harga, Lindungi Petani Fakfak
Dari Harum Pala Fakfak ke Tanah Suci: Kisah Rezeki dan Keberkahan Ibu Elminur
Ketua TP PKK Nurwidayati Samaun Dahlan Pimpin Gerakan Tanam Pala Grafting, Perkuat Identitas Fakfak sebagai Tanah Pala
Hardiknas Jadi Momentum Inovasi: Pemkab Fakfak Luncurkan Penanaman Pala Unggul Berbasis Sekolah
Pantau Panen di Kayauni, Kepala Distrik Kayauni Tegaskan Komitmen Jaga Mutu Pala Fakfak

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 12:53 WIT

Perkuat Identitas Daerah, Fakfak Jadikan Pala Tomandin Materi Edukasi dan Inovasi Siswa

Jumat, 8 Mei 2026 - 06:41 WIT

Dari Werba Utara, Semangat Bersama Menjaga Marwah Pala Fakfak: Kepala Kampung Kawal Langsung Edaran Bupati di Sentra Pembelian Pala

Kamis, 7 Mei 2026 - 21:06 WIT

Jemput Aspirasi Musrenbang 2026, Dinas Perkebunan Fakfak Verifikasi Langsung Potensi Kampung di Distrik Furwagi

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:25 WIT

Dari Harum Pala Fakfak ke Tanah Suci: Kisah Rezeki dan Keberkahan Ibu Elminur

Selasa, 5 Mei 2026 - 05:47 WIT

Ketua TP PKK Nurwidayati Samaun Dahlan Pimpin Gerakan Tanam Pala Grafting, Perkuat Identitas Fakfak sebagai Tanah Pala

Berita Terbaru

Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar dalam acara Paritrana Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Award 2025 di Plaza BP Jamsostek.

Nasional

Cak Imin: Pekerja Adalah Aset Bangsa yang Wajib Dilindungi

Sabtu, 9 Mei 2026 - 13:08 WIT