jatim.tagarutama.com, Nabire – Membangun sendi – sendi ekonomi, Usaha Mikro dan Menengah atau UMKM orang asli papua di Papua tengah, sesungguhnya bukan hal mudah dan juga bukan isu baru, namun hal ini adalah kewajiban bagi Pemerintah Provinsi Papua Tengah.
Ditengah gempuran dan geliat ekonomi, UMKM yang ada di Tanah Papua khususnya di wilayah Papua Tengah, maka Orang asli Papua didorong mengambil peran dalam pasar, tidak untuk menjadi pemeran pembantu, pemeran penganti namun diharapkan menjadi aktor utama dalam Usaha Mikro Kecil dan Menengah itu.
Melihat realitas itu, Dinas Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau UMKM Provinsi Papua Tengah menyerukan dan mendorong pengusaha orang asli Papua atau OAP di Papua Tengah menjadi aktor utama dalam pembangunan ekonomi.
Kepala Dinas UMKM Provinsi Papua Tengah, Norbertus Mote, dikutip dari Jubi.com (29/01), mengatakan pemerintah provinsi memiliki harapan besar, agar OAP dapat menjadi aktor utama pembangunan ekonomi di Papua Tengah.
Menurutnya, pemerintah wajib hadir dan memberi ruang seluas-luasnya melalui penguatan UMKM. Sebab Undang-Undang Otonomi Khusus atau Otsus Papua Nomor 21 Tahun 2001 telah memberikan ruang dan perhatian khusus bagi orang asli Papua untuk membangun perekonomian di semua sektor.
“pemerintah tidak memiliki alasan untuk mengabaikan pembangunan ekonomi orang Papua. Negara hadir untuk memberi perhatian khusus agar orang asli Papua bisa membangun ekonominya sendiri melalui UU Otsus,” kata Norbertus Mote saat meresmikan Cafe Chartenz, di Jalan Kusuma Bangsa, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Minggu (25/1/2026).
UMKM merupakan bagian dari roda perekonomian Papua Tengah, pertumbuhan ekonomi Papua Tengah tidak bisa hanya terus bergantung pada sektor tambang.
“saya mendorong pengembangan sektor-sektor ekonomi riil seperti UMKM, pertanian, perikanan, perkebunan, dan usaha produktif lainnya agar ekonomi Papua Tengah tumbuh secara berkelanjutan dan berpihak kepada orang asli Papua,” ujarnya dikutip dari jubi.co.id, Kamis(29/01)
Ia lalu mengapresiasi inisiatif Ketua Yayasan Somatua yang telah membuka peluang kerja dan usaha bagi anak-anak Papua, termasuk lulusan perguruan tinggi dari dalam maupun luar negeri yang belum mendapatkan pekerjaan.
“Kami, Pemerintah Provinsi Papua Tengah, memengucapkan terima kasih atas kepedulian dan komitmen yang telah diberikan dalam memberdayakan anak-anak Papua,” kata Mote.(*)
(TU/JM)










