Pemda Fakfak Rilis Capaian Tahun Pertama Program Strategis Pala Unggul

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 31 Desember 2025 - 19:48 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Fakfak Donatus Nimbitkendik bersama Plt. Kepala Dinas Perkebunan Fakfak Widhi Asmoro Jati berpose bersama para pejabat dan staf dilingkungan Dinas Perkebunan Fakfak. (Foto. Disbun)

Wakil Bupati Fakfak Donatus Nimbitkendik bersama Plt. Kepala Dinas Perkebunan Fakfak Widhi Asmoro Jati berpose bersama para pejabat dan staf dilingkungan Dinas Perkebunan Fakfak. (Foto. Disbun)

jatim.tagarutama.com, Fakfak – Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Perkebunan resmi merilis capaian satu tahun pelaksanaan Program Strategis Pala Unggul dan Distrik Berdaya pada tahun pertama implementasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. Program ini menjadi wujud nyata pelaksanaan visi dan misi Fakfak Membara (Membangun Bersama Rakyat), khususnya dalam memperkuat komoditas pala sebagai unggulan berbasis potensi lokal.

Sepanjang tahun 2025, Program Pala Unggul menunjukkan kemajuan yang terukur, baik dari sisi produksi, tata kelola, hingga dampak ekonomi bagi masyarakat. Salah satu capaian penting adalah mulai terpetakannya kontribusi komoditas pala terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), sejalan dengan misi daerah dalam memperkuat sumber pendapatan berkelanjutan.

Penerapan tata niaga pala yang lebih tertib dan transparan turut mendorong peningkatan aktivitas ekonomi rakyat, sekaligus memperkokoh posisi pala sebagai penggerak ekonomi daerah Fakfak.

Dari aspek pembangunan perkebunan, peningkatan produksi pala dicapai melalui kebijakan yang berorientasi pada pemberdayaan pekebun rakyat.

Program perluasan, pemeliharaan, dan rehabilitasi kebun pala, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT), serta pendampingan teknis budidaya melalui Gerakan Tanam Kebun (GERTAK) Fakfak dioptimalkan dengan pemanfaatan lahan dusun dan kebun rakyat.

Selain itu, penguatan mutu dan daya saing pala unggul Fakfak terus dilakukan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia aparatur dan pekebun, pengawasan mutu produk, serta pengembangan standar kualitas. Langkah ini mendukung arah pembangunan ekonomi daerah berbasis nilai tambah, inovasi, dan perluasan akses pasar.

Keberhasilan Program Strategis Pala Unggul juga memiliki dimensi sosial dan kultural, yakni memperkuat pala sebagai identitas dan kebanggaan masyarakat Fakfak, sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya alam perkebunan.

Plt. Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST, MT, menjelaskan bahwa capaian tahun pertama ini merupakan ringkasan hasil nyata dari pelaksanaan program unggulan daerah.

Baca Juga :  Satu Bulan Penerapan, Retribusi Komoditas Pala Fakfak Hasilkan Rp136 Juta Lebih

“Capaian Tahun Pertama Program Strategis Pala Unggul merupakan gambaran output dan outcome awal dari implementasi langsung visi dan misi Fakfak Membara. Ini menjadi fondasi penting untuk penguatan pembangunan perkebunan ke depan,” ujar Widhi.

Capaian Program Strategis Pala Unggul 2025

1. Peningkatan Produktivitas dan Mutu Pala

Dinas Perkebunan memfasilitasi penyediaan 60.781 bibit pala Tomandin bersertifikat melalui kerja sama dengan BBPPT Ambon pada tiga penangkaran di Fakfak.

Pengembangan perkebunan pala juga dilakukan melalui perluasan dan budidaya seluas 303,75 hektare, yang terdiri dari 65 hektare APBD, 200 hektare sharing ABT-APBN 2025, serta 40,75 hektare peminatan mandiri GERTAK. Program ini menjangkau hampir 15 distrik, 20 kampung, dan 32 kelompok tani.

Sebanyak 445 calon petani calon lahan (CPCL) petani asli Fakfak terlibat dengan total insentif tanam mencapai Rp955 juta dari dana Otsus 2025, yang disalurkan langsung kepada petani melalui literasi perbankan Bank BNI Fakfak.

Selain pala, pengembangan komoditas perkebunan lain seperti kelapa genjah, tembakau negeri, kopi, pinang, dan sirih juga dilaksanakan pada 19 kelompok di 17 kampung, dengan insentif stimulan sebesar Rp66,5 juta.

2. Pengendalian OPT Terpadu

Pengendalian hama dan penyakit tanaman perkebunan dilakukan secara terpadu bersama brigade pala di empat wilayah distrik, sehingga mampu menekan risiko penurunan produksi.

3. Perbaikan Pascapanen dan Nilai Tambah

Peningkatan kapasitas pascapanen mencakup pengeringan, sortasi, dan pengemasan, disertai pengendalian harga jual pala petani serta pembukaan peluang hilirisasi produk.

4. Penguatan Kapasitas SDM Pekebun

Program difokuskan pada peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian pekebun serta pelaku usaha binaan.

Baca Juga :  BPJS Kesehatan Papua Barat dan Dinas Perkebunan Fakfak Gandeng PT. RSP, Targetkan 100 Persen Kepesertaan Karyawan

5. Penguatan Kelembagaan dan Akses Pasar

Dilakukan melalui penguatan rantai nilai, pengawasan produk pascapanen, pameran, serta kolaborasi dengan berbagai mitra.

6. Peningkatan Sarana dan Prasarana Perkebunan

Meliputi penyediaan asaran pala modern (2 unit), asaran tradisional (5 unit), pemeliharaan asaran rumahan (8 unit), rumah jaga kebun (5 unit), rumah produksi minyak kayu putih, serta bantuan alat pascapanen untuk tiga kelompok binaan.

7. Pendampingan dan Penyuluhan Perkebunan

Pendampingan diberikan kepada pekebun, brigade pala, dan generasi milenial dengan tema budidaya, pascapanen, rekayasa genetik, mitigasi perubahan iklim, serta kreativitas hilirisasi. Program ini menjangkau 140 pekebun pala, 55 pelaku usaha, 80 milenial pala, dan 35 anggota brigade OPT.

Capaian Program Distrik Berdaya

Program Distrik Berdaya diarahkan untuk mengembangkan satu wilayah dengan satu komoditas unggulan sesuai potensi lokal. Pada tahun 2025, Distrik Kramongmongga dikembangkan sebagai sentra pinang, Distrik Mbahamdandara sebagai wilayah pesisir berbasis kelapa, kopi di Distrik Lusiperi dan Mmabunibuni, serta pinang di Distrik Air Besar dan Wargeb.

Melalui capaian ini, Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak menegaskan komitmennya untuk terus mengawal Program Pala Unggul dan Distrik Berdaya secara berkelanjutan. Pada tahun 2026, fokus diarahkan pada penguatan hilirisasi pala dan penataan tata niaga melalui Rencana Aksi Daerah (RAD) Pala, yang direncanakan ditetapkan melalui Peraturan Bupati sesuai arah RPJMD Fakfak Membara 2025–2029.

“Kami menyadari capaian saat ini belum sepenuhnya menjawab seluruh kebutuhan masyarakat. Namun, ini merupakan langkah awal yang strategis dan terarah untuk meningkatkan kesejahteraan pekebun, memperkuat identitas pala Fakfak, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkas Widhi. (TU.01)

Follow WhatsApp Channel jatim.tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Nduga Usulkan Dua Nama Calon Wakil Bupati
Disbun Fakfak dan RRI Gelar Jumat Bersih di CBD Reklamasi Thumburuni, Fokus Rawat Pohon Kelapa dan Ruang Publik Pesisir
Bangun UMKM, OAP Papua Tengah Didorong Jadi Aktor Utama
Kaimana Ikuti Jejak Papua Tengah, Replikasi SIKAP OAP
Bupati Fakfak Publikasikan 1.000 Kalender Musim Tanam dan Panen Pala di Momentum Sakral Masjid Tua Patimburak
Konfirmasi dan Validasi Data Sektoral Perkebunan, Dukung Publikasi Fakfak Dalam Angka 2026
Kadisbun Fakfak: Kalender Musim Tanam dan Panen Jadi Cara Persuasif Tertibkan Waktu Panen Pala
1.000 Kalender Musim Tanam dan Panen Dipasang di Pasar dan Sentra Pala, Perkuat Edaran Bupati Tertibkan Tata Kelola Pala Fakfak

Berita Terkait

Sabtu, 31 Januari 2026 - 08:00 WIT

Bupati Nduga Usulkan Dua Nama Calon Wakil Bupati

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:37 WIT

Disbun Fakfak dan RRI Gelar Jumat Bersih di CBD Reklamasi Thumburuni, Fokus Rawat Pohon Kelapa dan Ruang Publik Pesisir

Kamis, 29 Januari 2026 - 15:18 WIT

Bangun UMKM, OAP Papua Tengah Didorong Jadi Aktor Utama

Kamis, 29 Januari 2026 - 13:33 WIT

Kaimana Ikuti Jejak Papua Tengah, Replikasi SIKAP OAP

Kamis, 29 Januari 2026 - 06:42 WIT

Bupati Fakfak Publikasikan 1.000 Kalender Musim Tanam dan Panen Pala di Momentum Sakral Masjid Tua Patimburak

Berita Terbaru

Daerah

Bupati Nduga Usulkan Dua Nama Calon Wakil Bupati

Sabtu, 31 Jan 2026 - 08:00 WIT