jatim.tagarutama.com, Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa penguatan kualitas sumber daya manusia menjadi fokus utama pemerintah, khususnya melalui sektor kesehatan. Salah satu langkah konkretnya adalah menjamin layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dapat diakses seluruh warga negara secara rutin setiap tahun sepanjang hidup.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menghadiri World Economic Forum (WEF) 2026. Dalam forum internasional itu, ia mengungkapkan bahwa hingga kini lebih dari 70 juta penduduk Indonesia telah memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis sebagai bagian dari transformasi layanan kesehatan primer nasional.
Program CKG dirancang sebagai hak dasar masyarakat dan akan terus dikembangkan agar menjangkau seluruh lapisan usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Pemerintah menilai pemeriksaan kesehatan berkala menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang sehat dan produktif.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa kebijakan ini bukan sekadar program populis, melainkan langkah strategis dan rasional untuk meningkatkan produktivitas nasional melalui upaya pencegahan dan deteksi dini penyakit.
“Program ini bertujuan meningkatkan produktivitas. Berdasarkan kajian para ahli, dalam jangka panjang kebijakan ini justru akan menghemat anggaran hingga miliaran dolar Amerika Serikat,” ujar Presiden.
Selain memperkuat sistem skrining kesehatan, pemerintah juga mempercepat pemerataan akses layanan kefarmasian. Salah satunya melalui pembangunan 83.000 apotek desa yang akan menyediakan obat-obatan generik bersubsidi secara langsung kepada masyarakat.
Dengan dukungan layanan kesehatan yang merata dan terjangkau, pemerintah optimistis kualitas modal manusia Indonesia akan semakin meningkat. Kondisi tersebut diyakini mampu memutus rantai kemiskinan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.(*)
(TU/JM)










